Boominfo.id Jakarta—–Menutup perdagangan Senin (19/1/2026) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nyaris tembut sebesar Rp17.000.
Bahkan sebuah data yang dilansir media ini dari Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,33% ke level Rp16.935/US$ pada penutupan perdagangan awal pekan ini, sekaligus merupakan level penutupan terlemah sepanjang sejarah terbaru.
Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah sangat bergantung pada fundamental ekonomi.Ia menyebutkan Indeks Harga Gabungan (IHSG) yang berada di level 9.133 pada penutupan perdagangan hari ini menjadi indikator bahwa rupiah berpeluang kembali menguat, seiring dana asing yang masih masuk ke pasar modal.
Purbaya juga menepis tentang beberapa isu yang anggapan melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan oleh respons negatif pasar terhadap isu Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, yang dicalonkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Menurut Purbaya, isu tersebut tidak beralasan. Bahkan, Purbaya optimistis nilai tukar rupiah tetap stabil dan pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin membaik.
